test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MEDIAONLINE "FAKTA ONE"

Dugaan Aliran Keuntungan ke Sejumlah Pihak dan Keterlibatan Lingkaran Modal Politik Mencuat, Aktivitas PETI di Pasaman Disebut Tak Hanya Pekerja Lapangan, Butuh Penelusuran Siapa Pemilik Alat Berat dan Siapa Pengendali Operasional

PASAMAN,  FAKTAONE.  Dugaan.Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, kembali menjadi sorotan. Seorang warga setempat mengungkap dugaan maraknya aktivitas penambangan menggunakan alat berat di sejumlah kawasan, terutama di sepanjang aliran Sungai Batang Pasaman, Kecamatan Dua Koto.

Warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan tersebut menyebut aktivitas penambangan diduga berlangsung di beberapa titik, di antaranya Hilia dan Koto Kaciak, Kecamatan Bonjol, Simpang Tonang di Kecamatan Dua Koto, serta kawasan aliran sungai di Sumpu Lubuk Aro, Kecamatan Rao.

Menurut keterangannya, konsentrasi aktivitas yang disebut paling padat berada di kawasan Simpang Tonang. Di lokasi itu, ia mengklaim terdapat puluhan unit ekskavator yang digunakan untuk mengeruk material di sepanjang aliran Sungai Batang Pasaman.

“Pusat tambang paling padat ada di Simpang Tonang di Kecamatan Dua Koto. Di sana ada puluhan alat berat jenis ekskavator pengeruk emas beroperasi sepanjang aliran Sungai Batang Pasaman,” ujar warga tersebut kepada awak media, Kamis (17/9/2026).

Dugaan Jaringan Perlindungan

Lebih jauh, warga tersebut menyampaikan dugaan bahwa aktivitas tambang ilegal tidak hanya berkaitan dengan pekerja di lapangan. Ia menuding terdapat pihak-pihak tertentu yang memberikan perlindungan sehingga aktivitas alat berat dapat berlangsung.

Namun, tudingan mengenai keterlibatan aparat penegak hukum maupun lingkaran modal politik tersebut masih merupakan keterangan sepihak dari narasumber dan memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui penelusuran dokumen, konfirmasi kepada pihak yang disebut, serta pemeriksaan langsung di lapangan.

Warga itu mengklaim bahwa terdapat pembagian peran antara pihak-pihak tertentu agar aktivitas penambangan tetap berjalan. Ia juga menyebut dugaan adanya aliran keuntungan kepada sejumlah pihak di sekitar lokasi.

Klaim tersebut penting untuk ditelusuri lebih lanjut karena menyangkut dugaan tindak pidana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain di luar pekerja tambang.

Kerusakan Aliran Sungai Jadi Sorotan

Selain dugaan aktivitas ilegal, kondisi lingkungan menjadi persoalan lain yang disorot. Penggunaan alat berat untuk mengeruk material di badan maupun bantaran sungai berpotensi mengubah kondisi fisik aliran sungai dan meningkatkan risiko kerusakan lingkungan.

Warga menyebut pengerukan secara terus-menerus diduga menyebabkan pengikisan tebing sungai dan kerusakan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa konteks. Pemberitaan sebelumnya mencatat adanya dugaan aktivitas PETI di sejumlah wilayah Kecamatan Duo Koto, termasuk aktivitas yang disebut menggunakan alat berat. Pada Juli 2026, masyarakat Jorong Perdamaian, Nagari Simpang Tonang Utara, juga dilaporkan menyampaikan pengaduan terkait dugaan PETI dan meminta pemerintah serta aparat melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi.

Penindakan Aparat Pernah Dilakukan

Di sisi lain, aparat penegak hukum tercatat telah melakukan sejumlah penindakan terhadap aktivitas PETI di Kabupaten Pasaman sepanjang 2026.

Pada April 2026, Polres Pasaman membongkar dugaan PETI di kawasan Batang Air Sibinail, Nagari Lubuak Layang, Kecamatan Rao Selatan. Dalam operasi tersebut, polisi menyita satu unit alat berat dan mengamankan seorang terduga pelaku.

Sementara itu, laporan pada Mei 2026 menyebut Polres Pasaman telah mengamankan tiga unit ekskavator dan tiga unit dompeng dalam penanganan kasus PETI selama periode sebelumnya serta menetapkan 27 orang sebagai tersangka. Perkara yang ditangani tersebut disebut telah memasuki tahap penyerahan berkas kepada jaksa penuntut umum.

Fakta adanya penindakan tersebut menjadi bagian penting dalam melihat persoalan PETI di Pasaman secara utuh. Jika dugaan aktivitas baru kembali berlangsung di sejumlah titik, maka efektivitas pengawasan dan keberlanjutan penindakan menjadi pertanyaan yang perlu dijawab oleh instansi berwenang.

Siapa di Balik Aktivitas Tambang?

Informasi mengenai puluhan ekskavator, sumber pendanaan, pihak yang mengendalikan operasional, hingga dugaan keterlibatan aparat dan jaringan politik merupakan bagian yang membutuhkan verifikasi lebih mendalam.

Penelusuran investigatif semestinya tidak berhenti pada pekerja atau operator alat berat. Aspek yang juga perlu diperiksa adalah siapa pemilik alat berat, dari mana modal operasional berasal, siapa pengelola lokasi, bagaimana material hasil tambang dipasarkan, serta apakah terdapat aliran dana kepada pihak tertentu.

Pada saat yang sama, pihak yang disebut atau dituding dalam informasi warga perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi agar pemberitaan tetap berimbang.

Publik juga memiliki kepentingan untuk mengetahui sejauh mana pengawasan dilakukan oleh aparat penegak hukum, pemerintah daerah, pemerintah nagari, serta instansi yang memiliki kewenangan terhadap aktivitas pertambangan dan lingkungan hidup.

Hingga berita ini disusun, dugaan mengenai adanya dukungan aparat penegak hukum dan keterkaitan modal politik sebagaimana disampaikan narasumber belum dapat dinyatakan sebagai fakta yang terbukti. Konfirmasi dari pihak-pihak yang dituding serta bukti lapangan masih diperlukan untuk menguji kebenaran informasi tersebut.

Persoalan PETI sendiri bukan perkara baru di Pasaman. Karena itu, apabila dugaan puluhan ekskavator kembali beroperasi di Sungai Batang Pasaman benar adanya, penelusuran terhadap aktor utama, sumber pembiayaan, legalitas kegiatan, serta dampak lingkungannya menjadi penting agar penegakan hukum tidak hanya menyentuh pekerja di lapangan.

Belum ada Komentar untuk "Dugaan Aliran Keuntungan ke Sejumlah Pihak dan Keterlibatan Lingkaran Modal Politik Mencuat, Aktivitas PETI di Pasaman Disebut Tak Hanya Pekerja Lapangan, Butuh Penelusuran Siapa Pemilik Alat Berat dan Siapa Pengendali Operasional"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan

Iklan Tengah

Iklan Bawah Artikel

Selamat datang di Website portal berita mediaonline kami, Terima kasih telah berkunjung, selamat membaca, tertanda Pemimpin Redaksi: