Baharuddin Lopa Tegakkan Batas Kejujuran: Tangki Penuh Bensin Dikosongkan Karena Bukan Haknya
PADANG — MEDIA FAKTA ONE. Sebuah kisah teladan bernilai tinggi kembali teringat: sikap tegas dan tak tergoyahkan dari almarhum Baharuddin Lopa saat menjabat Jaksa Agung Republik Indonesia. Keteladanan ini patut menjadi cermin sekaligus tolok ukur integritas seluruh pejabat negara di masa kini.
Suatu ketika, sebelum berangkat perjalanan, Lopa mendapati jarum penunjuk bensin mobil dinasnya menunjuk posisi penuh. Padahal, ia sama sekali belum memesan atau membeli bahan bakar tersebut. Saat ditanya kepada sopir dan pejabat daerah yang mendampingi, terungkap bahwa bensin itu diisi atas inisiatif pihak daerah sebagai bentuk penghormatan demi kenyamanan perjalanan.
Pejabat daerah itu berusaha menjelaskan, bensin tersebut bukan berasal dari anggaran negara. Namun penjelasan itu tidak membuat Lopa bergeming. Baginya, persoalannya bukan siapa yang membayar atau dari mana sumbernya. Ia sudah menerima uang perjalanan dan menggunakan mobil dinas negara. Segala sesuatu yang melebihi haknya, sekecil apa pun, adalah tidak boleh diterima.
Lopa pun meminta selang plastik dan jerigen kosong. Di hadapan semua pihak yang hadir, satu tangki penuh bensin itu dikeluarkan perlahan. Tidak ada satu pun yang berani menyela atau menghentikan. Saat tangki tak lagi penuh, barulah mobil itu siap melaju — membawa pemimpin yang memegang teguh prinsip: batas keadilan dan kejujuran tidak boleh dikorbankan, sekalipun untuk hal yang dianggap remeh.
Menilai kisah ini, Firman Wanipin, wartawan sekaligus pengamat sosial, menyampaikan kekaguman sekaligus pesan mendalam bagi seluruh pemimpin negeri:
"Inilah contoh nyata sosok pejabat negara yang baik, jujur, dan berintegritas tinggi — layak ditiru oleh seluruh pejabat lainnya. Banyak orang menganggap bensin sedikit saja bukan masalah. Justru di sinilah ujian kejujuran sesungguhnya dimulai. Bensin bisa habis dalam perjalanan, tetapi kejujuran seharusnya tidak pernah habis di dalam dada seorang pemimpin," tegas Firman Wanipin.
Firman menambahkan, ketegasan Lopa mengingatkan semua pihak: integritas tidak bisa ditawar. Jika batas sudah ditetapkan, sekecil apa pun pelanggarannya tetaplah pelanggaran.
"Pejabat yang benar-benar melayani rakyat tidak akan mengambil sesuatu yang bukan haknya, meskipun hanya setetes bensin. Semoga keteladanan Baharuddin Lopa menjadi cermin bagi kita semua, agar ke depan lahir lebih banyak pemimpin yang menjaga batas kejujuran sebagaimana beliau tegakkan," tutup Firman Wanipin.
Firman Wanipin
Wartawan Harian Umum Rakyat Sumbar & Pendiri Channel Ciloteh Wanipin
#BaharuddinLopa #TeladanPejabat #Kejujuran #IntegritasPejabat #FirmanWanipin #CilotehWanipin #NilaiKebangsaan #ContohPemimpin

Belum ada Komentar untuk "Baharuddin Lopa Tegakkan Batas Kejujuran: Tangki Penuh Bensin Dikosongkan Karena Bukan Haknya "
Posting Komentar