Padang, 04 Maret 2026 — Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers melarang setiap pihak menghalangi tugas wartawan.
MEDIA FAKTA ONE. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menegaskan kebebasan pers sebagai hak asasi warga negara. Wartawan berhak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi bersama pengurus AKSI saat audiensi di Kementerian Transmigrasi JakartaBaca Juga.
Wamen Viva Yoga AKSI Ajak Bangun Kawasan Transmigrasi
11 FEB 2026
Setiap pihak yang menghambat atau menghalangi kerja jurnalistik melakukan pelanggaran hukum. UU Pers mengatur bahwa pelaku penghalangan tugas wartawan dapat menghadapi pidana penjara maksimal dua tahun atau denda hingga Rp500 juta.
Wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Melalui kerja jurnalistik yang profesional, pers membantu publik memahami berbagai peristiwa, kebijakan pemerintah, serta isu sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, semua pihak harus menghormati kerja wartawan dan tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat proses peliputan di lapangan.
Tindakan yang termasuk pelanggaran antara lain melarang wartawan meliput tanpa alasan jelas, melakukan intimidasi atau ancaman, merusak atau merampas alat kerja jurnalistik, serta melakukan kekerasan terhadap wartawan.
Ilustrasi DPMPD Halsel hentikan Kades terkait dugaan penyimpangan Dana DesaBaca Juga
DPMPD Halsel Hentikan Sementara Tiga Kepala Desa, LIRA Dukung Penegakan Aturan Dana Desa
03 JAN 2026
Karena itu, semua pihak perlu menghormati kerja jurnalistik demi menjaga hak publik atas informasi.
Kemerdekaan pers tidak hanya melindungi wartawan, tetapi juga menjaga hak masyarakat untuk mengetahui berbagai peristiwa dan kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan publik.
TIM
Belum ada Komentar untuk "Padang, 04 Maret 2026 — Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers melarang setiap pihak menghalangi tugas wartawan."
Posting Komentar