Meniti Tangga dari Parlemen ke Kursi Utama: Kisah Deri Asta, Sang Pengusaha Hukum yang Menghidupkan Kejayaan Kota Tua Sawahlunto
H. Deri Asta, S.H., adalah figur pemimpin yang dikenal tenang namun memiliki visi yang tajam dalam membangun daerah. Lahir di Tanjung Barulak pada 5 Oktober 1973, Deri merupakan perpaduan antara akademisi hukum dan praktisi bisnis. Sebelum dikenal luas sebagai Wali Kota, ia harus melewati proses panjang yang menuntut mental baja, di mana ia tidak langsung menduduki kursi jabatan tinggi, melainkan merangkak dari peran-peran yang menuntut kerja keras di lapangan.
Titik awal karier profesionalnya dimulai sesaat setelah ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Bung Hatta pada tahun 1999. Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, Deri membangun kemandirian ekonominya sebagai seorang pengusaha sukses. Latar belakang hukumnya memberikan keunggulan dalam memahami regulasi, sementara pengalaman usahanya membentuk karakter yang disiplin dan efisien. Karier politiknya pun dimulai dari tangga terbawah di parlemen daerah, yakni melalui jalur Pergantian Antar Waktu (PAW) sebagai anggota DPRD Kota Sawahlunto periode 2009–2014. Pengalaman "magang" di legislatif ini menjadi laboratorium berharga baginya untuk memahami seluk-beluk pemerintahan.
Titik balik besar dalam kariernya terjadi pada tahun 2013, saat ia pertama kali mencoba peruntungan dalam Pilwako Sawahlunto sebagai calon wakil wali kota, namun belum berhasil memenangkan mandat rakyat. Kegagalan tersebut tidak membuatnya surut; ia justru kembali terpilih menjadi anggota DPRD pada 2014 dan menjabat sebagai Ketua Komisi III. Ketekunannya membuahkan hasil manis pada Pilwako 2018, di mana ia akhirnya terpilih menjadi Wali Kota Sawahlunto ke-8 bersama Zohirin Sayuti. Di bawah kepemimpinannya, Sawahlunto semakin diperhitungkan sebagai Kota Tambang Batubara Ombilin yang diakui oleh UNESCO.
Meskipun masa jabatannya berakhir pada 17 September 2023, Deri Asta telah meletakkan pondasi yang kuat bagi pelestarian sejarah dan pengembangan ekonomi kreatif di kota tersebut. Perjalanan hidup Deri Asta mengajarkan kita bahwa kegagalan di masa lalu (seperti kekalahan pada tahun 2013) hanyalah sekolah untuk mempersiapkan kemenangan yang lebih besar. Ia membuktikan bahwa kombinasi antara kepakaran hukum, pengalaman bisnis, dan kerendahan hati untuk memulai dari bawah adalah kunci kepemimpinan yang berkelanjutan.
Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia - "Deri Asta

Belum ada Komentar untuk "Meniti Tangga dari Parlemen ke Kursi Utama: Kisah Deri Asta, Sang Pengusaha Hukum yang Menghidupkan Kejayaan Kota Tua Sawahlunto"
Posting Komentar