test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MEDIAONLINE "FAKTA ONE"

Adat minang bukanlah rima pantun pasambahan makan Oleh; Buya. H Ahmad Idris K. AM. LC. MA (Sutan Pituanan Ampang Bumi)

 


 MEDIA FAKTA ONE. Seringkali kita terjebak pada kulit, mengira Adat Minangkabau hanyalah tentang eloknya rima pantun pasambahan atau megahnya prosesi perhelatan. 

Namun, jika kita menyelam lebih dalam ke intinya, adat Minang bukanlah sekadar seremoni yang habis ketika hidangan tersaji.

Adat Minangkabau adalah sebuah bangunan filosofi yang tegak di atas pondasi Tauhid dan Syariat.

1. Hakikat Adat: Syariat yang Membumi

Filosofi Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah, bukan sekadar slogan usang. 

Ia adalah komitmen bahwa setiap gerak-gerik urang Minang haruslah bermuara pada aturan Sang Pencipta.

Adat di sini bertugas membumikan nilai-nilai Al-Qur'an ke dalam perilaku sehari-hari, membentuk pribadi yang memiliki Akhlakul Karimah dan budi pekerti yang luhur.

Bagi orang Minang, kepintaran tanpa budi adalah kesia-siaan, dan kekuasaan tanpa kerendahan hati adalah kehinaan.

2. Tali duo Sapilin: Keseimbangan Hidup

Kehidupan di Minangkabau diikat oleh Tali duo Sapilin, sebuah konsep hubungan vertikal dan horizontal yang tak terpisahkan:

Hablum Minallah: Menjaga hubungan baik dengan Allah melalui ketaatan ibadah.

Hablum Minannas: Menjaga hubungan baik sesama manusia melalui tenggang rasa, sifat malu jo sopan, serta gotong royong.

3. Alam Takambang Jadi Guru

Kesadaran tauhid ini pun meluas hingga ke lingkungan. Adat mengajarkan kita untuk membaca alam sebagai ayat-ayat-Nya. 

Kita dilarang keras merusak keseimbangan ciptaan-Nya. 

Menjaga alam bukan sekadar urusan ekologi, melainkan manifestasi iman—bahwa bumi ini adalah amanah yang harus dijaga kelestariannya untuk anak cucu, bukan untuk dihabisi demi ketamakan.

Intinya: Adat Minangkabau adalah jalan hidup untuk menjadi manusia yang tunduk kepada Tuhan, santun kepada sesama, dan peduli pada alam semesta.

Inilah jati diri yang sesungguhnya: beriman, beradab, dan berakal.

(Buya Idris)

Belum ada Komentar untuk "Adat minang bukanlah rima pantun pasambahan makan Oleh; Buya. H Ahmad Idris K. AM. LC. MA (Sutan Pituanan Ampang Bumi) "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan

Iklan Tengah

Iklan Bawah Artikel

Selamat datang di Website portal berita mediaonline kami, Terima kasih telah berkunjung, selamat membaca, tertanda Pemimpin Redaksi: